Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Enel akan Investasi Migas di Indonesia Senilai 2 Miliar Dolar AS

Enel akan Investasi Migas di Indonesia Senilai 2 Miliar Dolar AS

Pembangkit listrik milik Enel di  Genoa, Italia. [Shutterstock]

Enel akan Investasi Migas di Indonesia Senilai 2 Miliar Dolar AS

Hal itu disampaikan CEO Assistant Enel S.P.A dalam pertemuan yang diadakan KBRI Roma dengan sejumlah investor Italia di Roma.

Adhitya Himawan : Jum'at, 22 April 2016 06:37 WIB

CND News - Perusahaan energi dan gas terkemuka Italia, Enel, berencana melakukan investasi senilai 2 miliar dolar AS sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan itu.

Hal itu disampaikan CEO Assistant Enel S.P.A dalam pertemuan yang diadakan KBRI Roma dengan sejumlah investor Italia di Roma guna mempercepat realisasi investasi di Indonesia sekaligus membahas permasalahan investasi yang dihadapi.

Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Roma, Aisyah Allamanda di London, Kamis (21/4/2016) menyebutkan pertemuan yang dipimpin Wakil Kepala Perwakilan RI di Roma, Des Alwi, menghadirkan pengusaha Sony Subrata dalam kapasitas Utusan Khusus Menteri Perdagangan RI.
Dalam pembukaannya, Des Alwi menyampaikan pentingnya pertemuan tersebut untuk mengurai permasalahan dan hambatan investasi yang dihadapi para investor Italia.

Hadir dalam pertemuan ini eksekutif perusahaan besar di Italia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi, Infrastruktur, Konstruksi Desain, Batubara dan Energi terbarukan.

Enel, perusahaan energi dan gas terkemuka Italia dengan penghasilan tahun 2015 mencapai 75 miliar dolar AS merencanakan investasi di bidang energi dengan berpartisipasi dalam proyek pembangunan energi Indonesia menggunakan gas dan geothermal senilai 700 juta dolar AS.

Jika kondusif, Enel merencanakan untuk mengatur kunjungan CEO-nya ke Indonesia guna membahas rencana investasi senilai dua miliar dolar AS.

Sony Subrata Utusan Khusus Menteri Perdagangan RI, menyampaikan peluang investasi yang terbuka lebar di Indonesia serta keinginan Pemerintahan Presiden Jokowi untuk membantu para investor mengatasi permasalahan dan hambatan investasi yang mereka hadapi di Indonesia.

Masukan langsung dan konkrit dari para investor akan sangat membantu Pemerintah RI mengatasi permasalahan yang dihadapi investor. Ditekankan bahwa Indonesia menginginkan investor Italia dapat menjalin kerja sama jangka panjang dan mitra pembangunan.

Sementara itu, investor Italia menghargai upaya KBRI Roma yang mendatangkan pelaku usaha sehingga dapat membahas peluang yang terbuka lebar dan permasalahan investasi riil yang dihadapi di lapangan.

Dalam pertemuan ini, mereka mendapatkan penjelasan mengenai berbagai prosedur dan ketentuan investasi Indonesia yang memudahkan masuknya investor asing.

Pertemuan ini adalah bagian dari upaya tindak lanjut kesepakatan investasi pelaku usaha kedua negara senilai 1,055 miliar dolar AS yang ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Italia, Sergio Mattarella, ke Indonesia, November tahun lalu.

Hingga akhir tahun 2015, total investasi Italia di Indonesia di luar sektor keuangan, minyak dan gas telah mencapai 146,6 miliar dolar AS. (Antara)
Berkompetisi Hadapi MEA, Akuntan Indonesia Konsolidasi di Jember

Berkompetisi Hadapi MEA, Akuntan Indonesia Konsolidasi di Jember

Ilustrasi akuntan. [Shutterstock]

Berkompetisi Hadapi MEA, Akuntan Indonesia Konsolidasi di Jember

MEA membutuhkan penguatan sumber daya manusia (SDM) di dunia akuntansi.

Adhitya Himawan : Rabu, 20 April 2016 07:42 WIB

CND News - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku mulai 1 Januari 2016 lalu, memunculkan tantangan di semua sektor. Sebagai bagian dari negara ASEAN, Indonesia tidak melewatkan begitu saja persaingan menghadapi MEA. Karena itu, institusi pendidikan di Indonesia terus berbenah di semua sektor, salah satunya sektor penguatan sumber daya manusia (SDM) di dunia akuntansi. Hal ini agar siap berkompetisi dengan SDM luar negeri untuk lebih meningkatkan daya saing sebagai tonggak inovasi dan kedigdayaan suatu bangsa.
Menyikapi persaingan tersebut, pengurus Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) wilayah Jawa Timur menggelar Konferensi Regional Akuntansi (KRA) III di Jember, Jawa Timur.  
Ketua penyelenggara KRA III, Dr. Alwan Sri Kustono mengatakan, KRA kali ini mengangkat tema “Akuntansi Hijau dan Forensik untuk Merespon Dinamika Perubahan Global”. Pengambilan tema tersebut, jelas Alwan, bahwa pembangunan yang berwawasan lingkungan merupakan anasir integral dari visi Universitas Jember dalam pengembangan sains, teknologi dan seni.
“Universitas Jember akan semakin nampak sebagai Green and Clean University, karena keselarasan tema konferensi dengan lingkungan, seperti yang dikedepankan oleh Universitas Jember,” kata Alwan dalam keterangan resmi di Jember, Selasa (19/4/2016).
Dijelaskan Alwan, akuntansi hijau merupakan suatu upaya untuk menghubungkan kepentingan ekonomi perusahaan dan pelestarian lingkungan. Peran utama akuntansi hijau, lanjut dia, adalah untuk mengatasi masalah lingkungan sosial dan mungkin memiliki dampak pada pencapaian pembangunan berkelanjutan dan lingkungan serta mempengaruhi perilaku perusahaan dalam menghadapi isu-isu tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Di tubuh akuntan muda yang akan berpartisipasi pada KRA III inilah segenap tumpuan masa depan akuntan dipertaruhkan. Masa depan akuntan adalah masa depan yang memiliki kaum akuntan muda yang unggul, kompetitif, profesional dan bermartabat,” kata Alwan yang juga Kajur Akuntansi FE Universitas Jember ini.
KRA III akan digelar pada 20-21 April 2016 di tiga kampus, yakni Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember, dan STIE Mandala Jember. Rangkaian kegiatan KRA III kali ini antara lain, forum silaturahmi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi, dan Akuntan Muda Sejati, Forum diskusi Ilmu Akuntansi untuk guru SMA dan SMK se-Besuki Raya, presentasi paper peneliti, serta pemberian hadiah bagi pemenang penulisan paper, dan masih banyak lagi. 
Ternyata, Jokowi Sudah Lama Melepas Pabriknya yang Terbakar

Ternyata, Jokowi Sudah Lama Melepas Pabriknya yang Terbakar

Presiden Joko Widodo. (Antara)

Ternyata, Jokowi Sudah Lama Melepas Pabriknya yang Terbakar

Ia melepas kepemilikan PT Rakabu Sejahtera sejak menjabat sebagai Wali Kota Surakarta

Esti Utami : Rabu, 20 April 2016 07:43 WIB

CND News - Jumlah kerugian kebakaran pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Solo-Purwodadi KM 15 Desa Sambirembe, Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa (19/4/2016), belum bisa dipastikan.

Menurut Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, Arief Budi Sulistyo, kegiatan pemadaman menggunakan belasan unit mobil pemadam kebakaran hingga Selasa malam masih dilakukan sehingga belum bisa ditaksir/dihitung berapa jumlah kerugiannya.

"Yang jelas pabrik yang terbakar itu, gedung satu ruang pengeringan kayu. Di dalam pabrik itu, terdapat sekitar 800 hingga 1.000 meter kubik (m3) kayu yang ludes ikut terbakar," kata Arief Budi yang juga salah satu adik ipar Jokowi.

Menurut Arief pabrik tersebut memang sudah bukan milik Jokowi, dan dia sudah melepas perusahaan itu, sejak menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Namun, kata Arief pabrik tersebut memang hasil jerih payah Jokowi saat dia masih menjadi pengusaha.

Menurut dia, pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera dikelola dengan cara profesional sehingga berkembang.

Dia menjelaskan bangunan pabrik I terdapat mesin kilen dry untuk pengeringan kayu. Karena sesuatu hal pada mesin itu, justru membakar gudang seisinya. Namun, kata Arief, masih ada sebagian barang-barangnya yang masih bisa diselamatkan dari kobaran api.

Titik istri Arief, salah satu adik perempuan paling kecil Jokowi saat diajak bicara soal musibah kebakaran yang menimpa pabriknya, tidak mau banyak berbicara.

Sementara api yag membakar pabrik mebel PT Rakabu hingga Selasa malam sudah mulai padam, dan sejumlah mobil pemadam kebakaran masih dioperasikan untuk pemadaman sisa-sisa bara api.

Peristiwa kebakaran pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik keluarga Jokowi, di Jalan Solo-Purwodadi KM 15 Desa Sambirembe, Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jateng, Selasa, terjadi sejak sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut Kasat Binmas Polres Sragen AKP Hartono api diduga berasal dari mesin open pengering kayu yang tiba-tiba terbakar saat karyawan sedang bekerja.

Sejumlah karyawan pabrik sempat melakukan pemadaman sebelum belasan mobil pemadam kebakaran ditambah mobil water canon milik Polres Kota Surakarta dikerahkan ke lokasi kebakaran. (Antara)
Tiga Daerah Ini Ditawarkan kepada Investor Pariwisata Cina

Tiga Daerah Ini Ditawarkan kepada Investor Pariwisata Cina

Objek wisata Pulau Bintan di Kepulauan Riau. [Shutterstock]

Tiga Daerah Ini Ditawarkan kepada Investor Pariwisata Cina

Tiga destinasi utama yang ditawarkan adalah Bali Utara, Bintan, dan Manado.

Adhitya Himawan :