Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Ada Spoiler Terselubung di Trailer Captain America: Civil War

Ada Spoiler Terselubung di Trailer Captain America: Civil War

Captain America: Civil War. (Marvel Studios)

Ada Spoiler Terselubung di Trailer Captain America: Civil War

By Ruly Riantrisnanto
Los Angeles - Wacana tewasnya salah satu karakter di film Captain America: Civil War, masih menjadi misteri besar di kalangan fans film superhero. Belakangan, sebuah teori yang merujuk dari trailer kedua, berusaha membeberkan secara dini mengenai siapa yang kemungkinan tewas.
Seperti dilihat melalui trailer terbaru Captain America: Civil War dari Marvel, nasib nahas menimpa War Machine, sahabat Iron Man. Superhero yang bergabung di tim Iron Man itu tampak jatuh dan tak sadarkan diri usai tertembak oleh senjata api. Namun, terdapat satuspoiler tersembunyi lainnya yang lebih menarik.


Dugaan tersebut diperkuat dengan
 capturesalah satu adegan trailer unggahan Marvel Entertainment pada menit ke-2.05.Capture yang ada, dilengkapi versi zoomdari sosok di belakang Captain America saat ia menyerang Iron Man dengan tamengnya.Situs Cinema Blend, Minggu (13/3/2016), membeberkan bahwa salah satu cuplikan adegan dalam trailer baru, memperlihatkan tubuh tak berdaya salah satu karakternya. Meski tak ditampilkan secara jelas, namun tubuh tersebut diasumsikan sebagai Bucky Barnes alias Winter Soldier yang diduga tewas.

Di belakang Captain America, tampak sekelebat tubuh tak berdaya yang diduga adalah Winter Soldier dengan kondisi tangan kiri bionik yang sudah hancur. Bintang merah di bahu tangan kiri beserta rompi yang dipakai oleh tubuh itu, memperkuat dugaan tersebut.
Petikan adegan disebarkan pertama kali lewat situs Reddit dan langsung menjadi perbincangan di kalang penggemar film superhero Marvel. Meskipun begitu, wacana karakter yang tewas dalam film ini, masih perlu diketahui jawaban pastinya ketika tayang di bioskop.

Di film ini, Captain America bekerjasama dengan sahabat lamanya, Bucky Barnes alias Winter Soldier yang diduga kuat menjadi incaran pemerintah. Sementara, Iron Man juga mendapat bantuan dari Rhodes alias War Machine yang merupakan sahabat dekatnya.
Captain America: Civil War berpusat pada perseteruan Captain America dan Iron Man setelah pemerintah menetapkan satu program baru usai banyaknya korban jiwa berjatuhan di sebuah tempat yang sangat penting. Film superhero tersebut siap tayang pada 6 Mei 2016 di AS dan akhir bulan April 2016 di Indonesia.
Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

Preskon film Modus (Andy Masela/bintang.com)

Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

 
Youtubers Kumpul Lagi di Film #Modus 'Modal Dusta'

Youtubers Kumpul Lagi di Film #Modus 'Modal Dusta'

Foto syukuran film Modus (Yunan Laziale/bintang.com)

Youtubers Kumpul Lagi di Film #Modus 'Modal Dusta'
 

Modus tak jeri bersaing dengan AADC2 dan Captain America

Poster film Modus yang siap bersaing di layar bioskop dengan AADC 2 dan Captain America: Civil War
Modus tak jeri bersaing dengan AADC2 dan Captain America

Sinopsis #MODUS

Modus
Film komedi "Modus" merupakan film yang berasal dari Indonesia dengan genre komedi dan drama. Film Modus 2016 ini disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Adhe Darmastrya dan Adhe Darmastriya. Film ini akan banyak dibintangi para Youtuber seperti Andovi da Lopez, Jovial Da Lopez, Reza Oktovian, Kemal Pahlevi dan Tommy Limm. Dan tidak lupa pula para komika seperti Uus dan Fico Fachriza. Film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 4 May 2016.

Sinopsis Modus (2016)

Film Drama "Modus" bercerita tentang Andovi seorang mahasiswa hukum yang berusaha mengejar cintanya Cinta. Cinta merupakan anak dari pengusaha batu bara. Andovi jatuh cinta kepada Cinta karena hal yang sepele. Namun perjuangan Andovi tidak berjalan mulus, karena selalu tidak berhasil. Karena itu, Andovi meminta saran kepada Jovial kakaknya. Jovial adalah seorang mahasiswa film yang memiliki banyak cewek. Jovial menyarankan kepada Jovial untuk lebih dahulu mengenal tipe cewek, karena tipe cewek itu bermacam macam.

Andovi kemudian semakin penasaran kehidupan Cinta, Andovi mencoba menstalker media sosial milik Cinta. Andovi dan Jovial berusaha mengumpulkan hal hal penting tentang Cinta. Namun kakak Andovi selalu salah dalam memberikan saran. Saran yang diberikan oleh Jovial selalu berkaitan dengan yang namanya film. Karena itu mereka memulai kembali untuk melakukan riset tentang Cinta. Jovial memberikan ide untuk menyamar menjadi wanita, dan berkumpul bareng dimana Cinta berkumpul bersama teman temannya.

Mereka menyamar menjadi wanita dengan nama Joviana dan Dova. Mereka dibantu oleh Edho dan Guntur. Namun Edho dan Guntur tak menemukan informasi kalau Cinta memiliki teman Gay yang bernama Ge. Ge dapat merasakan bahwa Andova dan Dova bukan wanita asli, melainkan lelaki yang menyamar menjadi wanita.

Andovi kembali menyelidiki lebih dalam tentang kehidupan Cinta, Jovi menyuruh Ando untuk menyelidiki kehidupan mantan Cinta yang bernama Rayi. Rayi memiliki teman bernama Arap. Arap yang berada di grup neo pop. Ando ingin bisa masuk ke lingkungan mereka, namun Ando kesulitan jika berada dekat mereka. Ando meminta kepada Jovi, Guntur dan Edho untuk membuat Grup Ban dengan nama Pasti Jadi Soundtrack. Selama dua bulan mereka rajin berlatih sebelum lomba akhir semester diadakan.

Jovial selalu menyarankan Ando tentang film film yang berkaitan dengan kisah cinta. Akhirnya Ando berhasil mengajak Cinta untuk makan malam di restoran. Jovi sudah membuat hujan buatan supaya lebih romantis, Ando yang menembak Cinta namun gagal karena Ando yang seharusnya membuka payung tersebut namun malah ngomong yang gaje.

Perjuangan cinta Andovi semakin berat dengan kehadiran Dipa. Dan kabar Cinta yang ingin kuliah di luar negeri.

Banyak adegan film yang disarankan oleh Jovi dan Ando mencobanya. Lama kelamaan Cinta mulai suka kepada Andovi. Setelah melalui banyak kisah perjalanan Cinta menyatakan cintanya kepada Andovi.

Review Film Modus (2016)

Film Reza Arap "Modus" akan menampilkan cerita perjuangan cinta Andovi dengan gadis bernama Cinta. Dengan segala modus dilakukan serta bantuan kakaknya Jovial dan temannya Doni dan Guntur. Hati Cinta berhasil diraih oleh Andovi. Sekelumit masalah demi mencapai tujuan menghampiri Andovi. Film yang bergenre comedy ini memang salah satu film yang banyak ditunggu tunggu oleh remaja remaja Indonesia. Bukan karena genrenya namun karena pemerannya yang sudah dulu terkenal melalui Youtube. Youtube mereka memiliki fans sendiri sendiri.

Andovi dan Jovial (SkinnyIndonesian24)
Kemal Pahlevi (Kemal Pahlevi)
Reza Arap (Reza Oktovian)
Tommy Lyim (Tim2One)
Listia Magdalena (LastDayProduction)

Bila anda telah melihat video video mereka di Youtube pasti anda ingin sekali mentonon film terbaru Modus ini. Karena diyakini akan mengocok perut dan menguras emosi. Saksikan film Modus di bioskop Indonesia pada tanggal 4 May 2016.

Detail Cast and Crew Film #Modus (2016)

Genre : Comedy, Drama
Produser : Gope T Samtani
Sutradara : Fajar Bustomi, Adhe Dharmastriya
Penulis Skenario : Jovial Da Lopez, Reza Aditya
Pemain Film :

Kemal Pahlevi sebagai (Dipa)
Andovi da Lopez (Andovi)
Jovial da Lopez sebagai (Jovi)
Melayu Nicole
Rani Ramdhany
Natasha Farani Attamimi
Reza Oktovian
Tommy Limm
Rayi Putra Rahardjo
Uus
Listia Magdalena
Syahrini

Tanggal Tayang : 4 May 2016
Rumah Produksi : Rapi Films
MPAA : Remaja (R 13+)
Durasi : 90 Menit
Negara : Indonesia

Trailer Film Modus (2016)



URL DCMA : http://www.pusatsinopsis.com/2016/04/sinopsis-film-modus-2016.html#ixzz47u1pX5eQ
Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2

Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2


Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2
Siapakah Aan Mansyur?

CND - Antara Aan Mansyur sang penyair dan Nicholas Saputra sang aktor dua sosok yang berbeda.
Susah mencari persamaan fisik di antara mereka. Namun, bila tetap hendak dicari persamaannya: dua-duanya memerankan Rangga di Ada Apa dengan Cinta? (AAdC) 2yang siap edar akhir April nanti.
Lho, bukannya pemeran Rangga adalah Nicholas?

Ya, Nico, sapaan bagi Nicholas Saputra, kembali memerankan Rangga melanjutkan film pertama yang rilis 14 tahun silam. Namun, Aan juga menjadi Rangga di AAdC 2. Tidak muncul secara fisik, melainkan jiwanya mengisi sosok Rangga yang dimainkan Nico.
Hal itu dimungkinkan lantaran Aan yang menulis puisi-puisi di AAdC 2. Di film, ia menulis puisi atas nama Rangga.
Bagaimana awalnya Aan didapuk menuliskan puisi-puisinya untuk AAdC 2?
Kaget dan tak percaya, itu reaksi pertama Aan saat dipinang Mira Lesmana, produser AAdC 2 tepat setahun lalu, April 2015. Kala itu, Aan tengah di Yogyakarta, merilis buku barunya. Mira menghadiri acara itu. Mira diam-diam mengagumi karya Aan.
Tak pernah terlintas di benak Aan akan menggantikan Rako Prijanto, penulis puisi di AAdCpertama. Dan tanpa pikir panjang Aan menerima lamaran Mira menulis puisi di sekuelAAdC.
Kamis pekan kemarin, 14 April 2016, Aan kembali bertemu Mira. Kali ini bukan di Yogyakarta, melainkan di acara peluncuran novel AAdC pertama dan pembacaan puisi dari buku puisi terbaru Aan berjudul, Tak Ada New York Hari Ini di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.
Aan Mansyur.
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana



Aan bercerita bagaimana kagetnya ia dilamar Mira menulis puisi Rangga. Sesekali, pria bertubuh kecil itu menyelipkan lelucon bak sedang stand-up comedy yang menggelitik tawa.
“Waktu itu ibaratnya dilamar Mbak Mira, dia bilang, ‘Mau tidak nulis puisi di AAdC 2?’. Wah, rasanya saya bahagia sekali tapi khawatir, ada rasa takut juga, ya teman-teman tahulah bagaimana dunia sastra. Seperti ada tamparan besar buat saya, karena AAdC pertama itu ibarat ada Chairil Anwar, di AAdC kedua ada Aan Mansyur,” ujar Aan dengan logat Makassar-nya.
“Bagaimanapun, saya merasa AAdC punya sumbangsih besar sekali. Mau orang akui atau tidak, AAdC punya peran besar banget membuat wajah puisi Indonesia sekarang. Jadi orang tiba-tiba baca puisi, anak-anak muda jadi suka puisi, bawa-bawa buku puisi, dan baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya,” lanjutnya.
Sejak pinangan itu, Aan harus menyelami karakter Rangga untuk membuat puisi. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu bisa dikatakan sebagai sosok lain dari Rangga selain si pemeran karakter fenomenal tersebut, Nicholas Saputra. Mengapa demikian?
Lantas siapa sebenarnya Aan Mansyur, sosok lain dari Rangga di AAdC 2?

Klik NEXT untuk tahu lebih jauh.

Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya


Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya
Kenapa AAdC jadi film yang terus dikenang?

CND - Apa yang happy people atau pembaca budiman lakukan saat Valentine pada 2002 silam? Kalau waktu itu kamu merayakan Valentine di bioskop, bisa jadi film yang kamu tonton Ada Apa dengan Cinta? (AAdC).
Ya, AAdC rilis menyambut Valentine waktu itu, tepatnya 8 Februari 2002.

Di waktu itu, sebagian besar dari kita mungkin masih kuliah, masih SMA, SMP, atau malah ada yang masih SD. Tapi, kita semua punya satu film favorit di masa itu: AAdC.
Membicarakan AAdC siapa yang bisa lupa dengan momen-momen di film itu atau dialognya ("Salah gue? Salah temen-temen gue?") atau puisinya ("Pecahkan saja gelasnya biar ramai"; "Ku lari ke hutan...").
AAdC tidak hanya salah satu film penting negeri ini yang dengan baik mengisahkan cerita remaja, tapi juga yang terlaris di masanya (waktu itu ditonton 2,7 juta pasang mata). Tapi, utamanya, film itu telah tertanam ke dalam memori kolektif banyak orang. Tidak banyak film nasional yang seperti itu.
Belum lama ini saya menonton lagi filmnya. Hitung-hitung menyegarkan ingatan menyambut sekuelnya yang bakal rilis 28 April nanti.

Kesan pertama usai menontonnya lagi adalah sebetulnya saya masih tak rela filmnya dilanjutkan. Bagi saya, yang membuat filmnya begitu dikenang adalah justru saat kita, penontonnya, mendapati Cinta dan Rangga berpisah di bandara.
Saat melihat mereka berpisah, kita memang tak melihat kisah asmara mereka berakhir bahagia, namun keinginan untuk menyaksikan mereka bersatu justru terus hinggap di benak kita. Dari situ, harapan untuk mereka bersatu selalu ada.
Miles Films tampaknya ingin menyuguhkan jawaban dari harapan penonton dengan membuat sekuelnya.
Boleh saja, meski begitu, saya takut ekspektasi alias harapan saya pada kisah Cinta dan Rangga berbeda dengan yang kelak saya tonton di bioskop dalam sekuelnya.
Sungguh, saya berharap-harap cemas pada sekuelnya.
Namun, saat ini saya ingin bernostalgia dahulu, sebelum dipuaskan (atau dikecewakan?) oleh sekuel AAdC.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

 
Yang juga terasa lain, yang baru saya sadari, ternyata AAdC bukanlah film remaja yang enteng. Tengok saja, di bagian awal, setelah prolog musik yang nge-beat, film jadi murung. Kita lihat Alya (dimainkan Ladya Cheryl) curhat pada para sahabatnya, ia dan ibunya baru saja jadi korban KDRT sang ayah.
Mengawali cerita dengan persoalan besar begitu bukan khas film remaja. Tapi dengan jenius, filmnya bisa menyelipkan hal-hal besar tetap asyik jadi tontonan remaja.
Tengok pula latar belakang keluarga Rangga (Nicholas Saputra). Ia tinggal berdua dengan ayahnya. Dari ceritanya pada Cinta (Dian Sastrowardoyo) kita tahu ayahnya seorang pembangkang. Lantaran ulahnya, sang ayah kehilangan pekerjaan sebagai dosen. Cinta lalu bilang, sekarang zaman Reformasi, tekanan macam begitu kok masih berlaku?
Ayah Rangga menjawab, Reformasi cuma slogan. Keadaan belum berubah banyak.
Kemudian rumah Rangga dilempar bom molotov oleh pengendara motor. Ruang tamunya terbakar. Rangga mengejar. Pengendara motor berhasil kabur.
Lagi-lagi, tak banyak film remaja yang menyuguhkan perihal berat macam begitu, meyerempet soal pandangan politik. AAdC pertama menjadi kritik di masa itu bahwa Reformasi 1998 tak mengubah banyak keadaan negeri kala itu.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

AAdC pertama lahir di masa yang tepat. Saat film Indonesia yang baik baru mulai bangkit. Generasi baru sineas yang lahir di penghujung Orde Baru (Mira Lesmana, Riri Riza dkk) telah kian fasih membuat film. Kuldesak, rilis 1998, adalah karya percobaan mereka. Sedang AAdC (yang disutradarai Rudi Soedjarwo) adalah produk saat mereka kian fasih menggunakan medium film.
Saya setuj denagn yang dibilang pengamat budaya pop Hikmat Darmawan di Rolling Stone Indonesia edisi April 2016. Katanya, AAdC film komersial yang memenuhi semua syarat film komersial yang baik: ceritanya lancar, bintangnya cantik dan ganteng, musiknya enak didengar, dan bahasa visualnya enak dilihat.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

Katanya pula, AAdC pertama jadi suara generasi awal 2000-an. Film remaja yang jadi fenomenal memang perlu syarat seperti itu bila ingin terus dikenang.
Sejarah mencatat Tiga Dara jadi juru bicara remaja tahun 1950-an, Badai Pasti Berlaludan Kampus Biru tahun 1970-an, sedang Gita Cinta dari SMA dan Catatan Si Boy tahun 1980-an.
Pertanyaan yang kemudian menggantung, bagaimana sejarah akan mencatat AAdC 2? Saya waswas dengan jawabannya, tapi di saat bersamaan saya ingin filmnya bernasib baik. Semoga.


Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta

Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta


Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta

Siapa paling cantik?


CND - Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 berlangsung di Yogyakarta. Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu para kru hingga pemain. Khususnya bagi Geng Cinta.
Persiapan Geng Cinta untuk tampil jalan di red carpet sudah dilakukan sejak sore tadi. Lalu seperti apa ya penampilan Dian Sastro, Titi Kamal, Adinia Wirasti, dan Sissy Prescillia?
Pemeran AADC 2 di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
Keempat artis cantik itu begitu memukau dan memesona. Dian, Titi, Adinia, dan Sissymengenakan gaun yang seolah sesuai dengan karakter mereka di AADC. Hal ini terlihat di akun Instagram suami Sissy, Rifat Sungkar.
"Red carpet here we come," kata Rifat Sungkar sebagai keterangan fotonya disertai tagar Gala Premiere AADC 2, Sabtu, 23 April 2016.
Di foto itu, tampak Sissy tampil seksi nan anggun. Pemeran Milly ini mengenakan formaltube dress merah dengan bagian belakang yang panjang. Ia memakai sepatu dan tas berwarna senada.
Sissy Prescillia dan Rifat Sungkar di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
Sedangkan Dian Sastro memakai dress bernuansa motif kembang yang membuatnya tampak elegan. Tatanan rambutnya sekilas mirip saat ia pergi bersama Rangga ke kafe di AADC pertama.
Sementara Adinia Wirasti tampil chic mengenakan busana bernuansa hitam dengan rambut dikuncir. Tak ketinggalan, Titi Kamal yang juga memesona dibalut formal tube dressbiru.
"I'm ready for Gala Premiere #AADC2 in Jogja. Thank you for this beautiful dress my baby@andreasodang, accesories by @rinaldyayunardi, styling by @erichalamin, makeup @watiewauw and @tisnahairdo #AdaApaDenganCinta2 #Maura," tulis Titi.

Titi Kamal di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
Dibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2

Dibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2

Dibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2

Dibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2

JUM'AT, 06 MEI 2016 | 06:30 WIB
Jakarta - Film "Ada Apa Dengan Cinta 2"  (AADC 2) sejak tayang perdana pada 28 April 2016 di seluruh bioskop di Indonesia kini mencapai sejuta penonton, kata Mira Lesmana.

"Sejak tayang hingga lima hari berikutnya sudah sejuta penonton, dan semoga terus bertambah," ujar sang produser AADC 2 itu di sela-sela konferensi pers bersama pemeran filmnya di Surabaya, Kamis, (5 Mei 2016).

Mira, yang juga penulis naskah AADC 2, mengucapkan terima kasih dengan animo penonton di Tanah Air, dan sambutan yang dinilainya sebagai hal luar biasa.

Ia menilai, untuk jumlah penonton di luar negeri, antara lain di Malaysia yang telah meraup pendapatan dua juta ringgit atau sekitar Rp6,4 miliar setelah lima hari ditayangkan di 100 bioskop di seluruh Negeri Jiran itu.

Di Brunei Darussalam AADC juga disambut hangat, namun ia mengemukakan, belum dihitung jumlah penontonnya.

Dalam acara di Surabaya hadir pula sutradara AADC 2 Riri Riza beserta pemain utama, antara lain Nicholas Saputra (Rangga), Dian Sastrowardoyo (Cinta), Adinia Wirasti (Karmen), Sissy Prescillia (Milly) dan Dennis Adhiswara (Mamet).

Rahasia sukses itu dituturkan oleh Riri Riza. Ia  mengaku bangga dengan film AADC 2, karena para pemainnya meski sudah tidak berusia belasan tahun, tetap mampu membuktikan kualitasnya memerankan kisahnya masing-masing.

"Dian Sastrowardoyo meski kehidupan nyatanya sudah menjadi ibu, namun bisa berperan layaknya perempuan belum menikah dan gadis jatuh cinta," katanya.

Khusus kepada Nicholas Saputra, menurut dia, memerankan seorang pengusaha profesional dan menjadi penulis di New York, kemudian kembali ke Indonesia dengan penampilan yang seolah asing baginya.

"Pemeran yang lain juga seperti itu. Mereka juga berinteraksi sangat baik antara yang satu dan yang lain, serta kepekaan memerankan masing-masing tokoh sangat berhasil," kata sutradara berambut ikal tersebut.

Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra sama-sama mengaku bangga dan berterima kasih karena telah berkesempatan menjadi pemeran utama dalam film yang edisi pertamanya tayang 14 tahun lalu itu.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan semua masyarakat yang antusias terhadap AADC, baik pertama maupun kedua. Karena AADC juga, saya bisa jadi seperti sekarang," kata Nicholas Saputra, yang juga disetuju Dian Sastrowardoyo.

Film AADC 2 merupakan sekuel dari film AADC yang dirilis 2002, yang menindaklanjuti kisah asmara antara Rangga dan Cinta yang terpisah di dua benua selama 14 tahun.