Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2). Tampilkan semua postingan
Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

Preskon film Modus (Andy Masela/bintang.com)

Kental Unsur Komedi, Film #Modus Siap Saingi AADC 2 dan Civil War

 

Modus tak jeri bersaing dengan AADC2 dan Captain America

Poster film Modus yang siap bersaing di layar bioskop dengan AADC 2 dan Captain America: Civil War
Modus tak jeri bersaing dengan AADC2 dan Captain America
Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2

Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2


Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2
Siapakah Aan Mansyur?

CND - Antara Aan Mansyur sang penyair dan Nicholas Saputra sang aktor dua sosok yang berbeda.
Susah mencari persamaan fisik di antara mereka. Namun, bila tetap hendak dicari persamaannya: dua-duanya memerankan Rangga di Ada Apa dengan Cinta? (AAdC) 2yang siap edar akhir April nanti.
Lho, bukannya pemeran Rangga adalah Nicholas?

Ya, Nico, sapaan bagi Nicholas Saputra, kembali memerankan Rangga melanjutkan film pertama yang rilis 14 tahun silam. Namun, Aan juga menjadi Rangga di AAdC 2. Tidak muncul secara fisik, melainkan jiwanya mengisi sosok Rangga yang dimainkan Nico.
Hal itu dimungkinkan lantaran Aan yang menulis puisi-puisi di AAdC 2. Di film, ia menulis puisi atas nama Rangga.
Bagaimana awalnya Aan didapuk menuliskan puisi-puisinya untuk AAdC 2?
Kaget dan tak percaya, itu reaksi pertama Aan saat dipinang Mira Lesmana, produser AAdC 2 tepat setahun lalu, April 2015. Kala itu, Aan tengah di Yogyakarta, merilis buku barunya. Mira menghadiri acara itu. Mira diam-diam mengagumi karya Aan.
Tak pernah terlintas di benak Aan akan menggantikan Rako Prijanto, penulis puisi di AAdCpertama. Dan tanpa pikir panjang Aan menerima lamaran Mira menulis puisi di sekuelAAdC.
Kamis pekan kemarin, 14 April 2016, Aan kembali bertemu Mira. Kali ini bukan di Yogyakarta, melainkan di acara peluncuran novel AAdC pertama dan pembacaan puisi dari buku puisi terbaru Aan berjudul, Tak Ada New York Hari Ini di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.
Aan Mansyur.
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana



Aan bercerita bagaimana kagetnya ia dilamar Mira menulis puisi Rangga. Sesekali, pria bertubuh kecil itu menyelipkan lelucon bak sedang stand-up comedy yang menggelitik tawa.
“Waktu itu ibaratnya dilamar Mbak Mira, dia bilang, ‘Mau tidak nulis puisi di AAdC 2?’. Wah, rasanya saya bahagia sekali tapi khawatir, ada rasa takut juga, ya teman-teman tahulah bagaimana dunia sastra. Seperti ada tamparan besar buat saya, karena AAdC pertama itu ibarat ada Chairil Anwar, di AAdC kedua ada Aan Mansyur,” ujar Aan dengan logat Makassar-nya.
“Bagaimanapun, saya merasa AAdC punya sumbangsih besar sekali. Mau orang akui atau tidak, AAdC punya peran besar banget membuat wajah puisi Indonesia sekarang. Jadi orang tiba-tiba baca puisi, anak-anak muda jadi suka puisi, bawa-bawa buku puisi, dan baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya,” lanjutnya.
Sejak pinangan itu, Aan harus menyelami karakter Rangga untuk membuat puisi. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu bisa dikatakan sebagai sosok lain dari Rangga selain si pemeran karakter fenomenal tersebut, Nicholas Saputra. Mengapa demikian?
Lantas siapa sebenarnya Aan Mansyur, sosok lain dari Rangga di AAdC 2?

Klik NEXT untuk tahu lebih jauh.

Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya


Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya
Kenapa AAdC jadi film yang terus dikenang?

CND - Apa yang happy people atau pembaca budiman lakukan saat Valentine pada 2002 silam? Kalau waktu itu kamu merayakan Valentine di bioskop, bisa jadi film yang kamu tonton Ada Apa dengan Cinta? (AAdC).
Ya, AAdC rilis menyambut Valentine waktu itu, tepatnya 8 Februari 2002.

Di waktu itu, sebagian besar dari kita mungkin masih kuliah, masih SMA, SMP, atau malah ada yang masih SD. Tapi, kita semua punya satu film favorit di masa itu: AAdC.
Membicarakan AAdC siapa yang bisa lupa dengan momen-momen di film itu atau dialognya ("Salah gue? Salah temen-temen gue?") atau puisinya ("Pecahkan saja gelasnya biar ramai"; "Ku lari ke hutan...").
AAdC tidak hanya salah satu film penting negeri ini yang dengan baik mengisahkan cerita remaja, tapi juga yang terlaris di masanya (waktu itu ditonton 2,7 juta pasang mata). Tapi, utamanya, film itu telah tertanam ke dalam memori kolektif banyak orang. Tidak banyak film nasional yang seperti itu.
Belum lama ini saya menonton lagi filmnya. Hitung-hitung menyegarkan ingatan menyambut sekuelnya yang bakal rilis 28 April nanti.

Kesan pertama usai menontonnya lagi adalah sebetulnya saya masih tak rela filmnya dilanjutkan. Bagi saya, yang membuat filmnya begitu dikenang adalah justru saat kita, penontonnya, mendapati Cinta dan Rangga berpisah di bandara.
Saat melihat mereka berpisah, kita memang tak melihat kisah asmara mereka berakhir bahagia, namun keinginan untuk menyaksikan mereka bersatu justru terus hinggap di benak kita. Dari situ, harapan untuk mereka bersatu selalu ada.
Miles Films tampaknya ingin menyuguhkan jawaban dari harapan penonton dengan membuat sekuelnya.
Boleh saja, meski begitu, saya takut ekspektasi alias harapan saya pada kisah Cinta dan Rangga berbeda dengan yang kelak saya tonton di bioskop dalam sekuelnya.
Sungguh, saya berharap-harap cemas pada sekuelnya.
Namun, saat ini saya ingin bernostalgia dahulu, sebelum dipuaskan (atau dikecewakan?) oleh sekuel AAdC.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

 
Yang juga terasa lain, yang baru saya sadari, ternyata AAdC bukanlah film remaja yang enteng. Tengok saja, di bagian awal, setelah prolog musik yang nge-beat, film jadi murung. Kita lihat Alya (dimainkan Ladya Cheryl) curhat pada para sahabatnya, ia dan ibunya baru saja jadi korban KDRT sang ayah.
Mengawali cerita dengan persoalan besar begitu bukan khas film remaja. Tapi dengan jenius, filmnya bisa menyelipkan hal-hal besar tetap asyik jadi tontonan remaja.
Tengok pula latar belakang keluarga Rangga (Nicholas Saputra). Ia tinggal berdua dengan ayahnya. Dari ceritanya pada Cinta (Dian Sastrowardoyo) kita tahu ayahnya seorang pembangkang. Lantaran ulahnya, sang ayah kehilangan pekerjaan sebagai dosen. Cinta lalu bilang, sekarang zaman Reformasi, tekanan macam begitu kok masih berlaku?
Ayah Rangga menjawab, Reformasi cuma slogan. Keadaan belum berubah banyak.
Kemudian rumah Rangga dilempar bom molotov oleh pengendara motor. Ruang tamunya terbakar. Rangga mengejar. Pengendara motor berhasil kabur.
Lagi-lagi, tak banyak film remaja yang menyuguhkan perihal berat macam begitu, meyerempet soal pandangan politik. AAdC pertama menjadi kritik di masa itu bahwa Reformasi 1998 tak mengubah banyak keadaan negeri kala itu.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

AAdC pertama lahir di masa yang tepat. Saat film Indonesia yang baik baru mulai bangkit. Generasi baru sineas yang lahir di penghujung Orde Baru (Mira Lesmana, Riri Riza dkk) telah kian fasih membuat film. Kuldesak, rilis 1998, adalah karya percobaan mereka. Sedang AAdC (yang disutradarai Rudi Soedjarwo) adalah produk saat mereka kian fasih menggunakan medium film.
Saya setuj denagn yang dibilang pengamat budaya pop Hikmat Darmawan di Rolling Stone Indonesia edisi April 2016. Katanya, AAdC film komersial yang memenuhi semua syarat film komersial yang baik: ceritanya lancar, bintangnya cantik dan ganteng, musiknya enak didengar, dan bahasa visualnya enak dilihat.
Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa

Katanya pula, AAdC pertama jadi suara generasi awal 2000-an. Film remaja yang jadi fenomenal memang perlu syarat seperti itu bila ingin terus dikenang.
Sejarah mencatat Tiga Dara jadi juru bicara remaja tahun 1950-an, Badai Pasti Berlaludan Kampus Biru tahun 1970-an, sedang Gita Cinta dari SMA dan Catatan Si Boy tahun 1980-an.
Pertanyaan yang kemudian menggantung, bagaimana sejarah akan mencatat AAdC 2? Saya waswas dengan jawabannya, tapi di saat bersamaan saya ingin filmnya bernasib baik. Semoga.


Kata Melly Goeslaw, ini lagu yang gambarkan scene penting di AADC 2

Kata Melly Goeslaw, ini lagu yang gambarkan scene penting di AADC 2


Kata Melly Goeslaw, ini lagu yang gambarkan scene penting di AADC 2
Silahkan menerka dari lirik di bawah ini.

CND - Sekuel Ada Apa dengan Cinta (AADC) siap edar di bioskop pada 28 April nanti. Selain cerita dan karakternya yang begitu kuat, lagu-lagu di AADC pertama juga begitu melekat hingga kini.
Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali dipercaya membuat soundtrack film AADC 2. Selama tiga bulan, Melly dan Anto berkutat menggambarkan keadaan yang terjadi setelah 14 tahun berlalu.
Melly Goeslaw dan Anto Hoed
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
Dari semua lagu yang dibuat untuk AADC 2 ini, 'Jangan Ajak Ajak Dia' merupakan lagu yang paling susah dibuat liriknya oleh Melly Goeslaw. Kata istri Anto Hoed itu, lagu itu semacam mewakili adegan penting di sekuel film fenomenal tersebut.
"Enggak terlalu bisa ngomong ya aku. Karena ini sangat nge-link sama filmnya. Dan ini the best scene di situ, AADC 2 itu. Kalau udah nonton pasti paham," ujar Melly saat launchingalbum di CFC Bangka, Jakarta Selatan, Rabu 20 April 2016.
Melly Goeslaw
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
"Sebenarnya sih itu (lagu-lagu) udah teaser adegan film kalau kamu amatin liriknya. Itu udah paham berarti," sambungnya.
Selain panjang dan susah, pengerjaan lagu 'Jangan Ajak Ajak Dia' memberikan emosional yang begitu dalam untuk Anto Hoed sendiri. Saat proses pengerjaan lagu itu, ayahanda Anto Hoed meninggal dunia.
"Saya punya pengalaman menyedihkan, pas lagu itu ayah saya meninggal, dan itu bikin musiknya tambah arrgghh. Jadinya melow banget," ungkap Anto Hoed.
Anto Hoed
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
Melly menimpali, "Saya yakin, orang-orang habis nonton filmnya nanti, akan nyari CD-nya karena lagu 'Jangan Ajak Ajak Dia'. Kalau theme song-nya sendiri 'Ratusan Purnama'."

Di album soundtrack AADC 2, Melly Goeslaw dan Anto Hoed merilis delapan lagu. Di situ ada enam lagu baru, yakni 'I'm Still Loving You', 'Perjalanan', 'Ratusan Purnama', 'Jangan Ajak Ajak Dia', 'Sayang Mau Apa?', dan 'Terlalu Cinta'. Dua lainnya, 'Bimbang' dan 'Suara Hati Seorang Kekasih' direcycle dari album soundtrack pertama.
Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta

Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta


Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta

Siapa paling cantik?


CND - Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 berlangsung di Yogyakarta. Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu para kru hingga pemain. Khususnya bagi Geng Cinta.
Persiapan Geng Cinta untuk tampil jalan di red carpet sudah dilakukan sejak sore tadi. Lalu seperti apa ya penampilan Dian Sastro, Titi Kamal, Adinia Wirasti, dan Sissy Prescillia?
Pemeran AADC 2 di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
Keempat artis cantik itu begitu memukau dan memesona. Dian, Titi, Adinia, dan Sissymengenakan gaun yang seolah sesuai dengan karakter mereka di AADC. Hal ini terlihat di akun Instagram suami Sissy, Rifat Sungkar.
"Red carpet here we come," kata Rifat Sungkar sebagai keterangan fotonya disertai tagar Gala Premiere AADC 2, Sabtu, 23 April 2016.
Di foto itu, tampak Sissy tampil seksi nan anggun. Pemeran Milly ini mengenakan formaltube dress merah dengan bagian belakang yang panjang. Ia memakai sepatu dan tas berwarna senada.
Sissy Prescillia dan Rifat Sungkar di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
Sedangkan Dian Sastro memakai dress bernuansa motif kembang yang membuatnya tampak elegan. Tatanan rambutnya sekilas mirip saat ia pergi bersama Rangga ke kafe di AADC pertama.
Sementara Adinia Wirasti tampil chic mengenakan busana bernuansa hitam dengan rambut dikuncir. Tak ketinggalan, Titi Kamal yang juga memesona dibalut formal tube dressbiru.
"I'm ready for Gala Premiere #AADC2 in Jogja. Thank you for this beautiful dress my baby@andreasodang, accesories by @rinaldyayunardi, styling by @erichalamin, makeup @watiewauw and @tisnahairdo #AdaApaDenganCinta2 #Maura," tulis Titi.

Titi Kamal di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram