Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2). Tampilkan semua postingan
Modus tak jeri bersaing dengan AADC2 dan Captain America
#modus Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment Film News
Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment Film News
Lebih dekat dengan Aan Mansyur, Rangga yang lain di AAdC 2
Siapakah Aan Mansyur?
Senin, 18 April 2016 20:30
CND - Antara Aan Mansyur sang penyair dan Nicholas Saputra sang aktor dua sosok yang berbeda.
Susah mencari persamaan fisik di antara mereka. Namun, bila tetap hendak dicari persamaannya: dua-duanya memerankan Rangga di Ada Apa dengan Cinta? (AAdC) 2yang siap edar akhir April nanti.
Lho, bukannya pemeran Rangga adalah Nicholas?

Ya, Nico, sapaan bagi Nicholas Saputra, kembali memerankan Rangga melanjutkan film pertama yang rilis 14 tahun silam. Namun, Aan juga menjadi Rangga di AAdC 2. Tidak muncul secara fisik, melainkan jiwanya mengisi sosok Rangga yang dimainkan Nico.
Hal itu dimungkinkan lantaran Aan yang menulis puisi-puisi di AAdC 2. Di film, ia menulis puisi atas nama Rangga.
Bagaimana awalnya Aan didapuk menuliskan puisi-puisinya untuk AAdC 2?
Kaget dan tak percaya, itu reaksi pertama Aan saat dipinang Mira Lesmana, produser AAdC 2 tepat setahun lalu, April 2015. Kala itu, Aan tengah di Yogyakarta, merilis buku barunya. Mira menghadiri acara itu. Mira diam-diam mengagumi karya Aan.
Tak pernah terlintas di benak Aan akan menggantikan Rako Prijanto, penulis puisi di AAdCpertama. Dan tanpa pikir panjang Aan menerima lamaran Mira menulis puisi di sekuelAAdC.
Kamis pekan kemarin, 14 April 2016, Aan kembali bertemu Mira. Kali ini bukan di Yogyakarta, melainkan di acara peluncuran novel AAdC pertama dan pembacaan puisi dari buku puisi terbaru Aan berjudul, Tak Ada New York Hari Ini di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Aan Mansyur.
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
Aan bercerita bagaimana kagetnya ia dilamar Mira menulis puisi Rangga. Sesekali, pria bertubuh kecil itu menyelipkan lelucon bak sedang stand-up comedy yang menggelitik tawa.
“Waktu itu ibaratnya dilamar Mbak Mira, dia bilang, ‘Mau tidak nulis puisi di AAdC 2?’. Wah, rasanya saya bahagia sekali tapi khawatir, ada rasa takut juga, ya teman-teman tahulah bagaimana dunia sastra. Seperti ada tamparan besar buat saya, karena AAdC pertama itu ibarat ada Chairil Anwar, di AAdC kedua ada Aan Mansyur,” ujar Aan dengan logat Makassar-nya.
“Bagaimanapun, saya merasa AAdC punya sumbangsih besar sekali. Mau orang akui atau tidak, AAdC punya peran besar banget membuat wajah puisi Indonesia sekarang. Jadi orang tiba-tiba baca puisi, anak-anak muda jadi suka puisi, bawa-bawa buku puisi, dan baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya,” lanjutnya.
Sejak pinangan itu, Aan harus menyelami karakter Rangga untuk membuat puisi. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu bisa dikatakan sebagai sosok lain dari Rangga selain si pemeran karakter fenomenal tersebut, Nicholas Saputra. Mengapa demikian?
Lantas siapa sebenarnya Aan Mansyur, sosok lain dari Rangga di AAdC 2?
Klik NEXT untuk tahu lebih jauh.
Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment Film News
Menonton lagi AAdC pertama dan waswas dengan sekuelnya
Kenapa AAdC jadi film yang terus dikenang?
Selasa, 12 April 2016 19:30
CND - Apa yang happy people atau pembaca budiman lakukan saat Valentine pada 2002 silam? Kalau waktu itu kamu merayakan Valentine di bioskop, bisa jadi film yang kamu tonton Ada Apa dengan Cinta? (AAdC).
Ya, AAdC rilis menyambut Valentine waktu itu, tepatnya 8 Februari 2002.

Di waktu itu, sebagian besar dari kita mungkin masih kuliah, masih SMA, SMP, atau malah ada yang masih SD. Tapi, kita semua punya satu film favorit di masa itu: AAdC.
Membicarakan AAdC siapa yang bisa lupa dengan momen-momen di film itu atau dialognya ("Salah gue? Salah temen-temen gue?") atau puisinya ("Pecahkan saja gelasnya biar ramai"; "Ku lari ke hutan...").
AAdC tidak hanya salah satu film penting negeri ini yang dengan baik mengisahkan cerita remaja, tapi juga yang terlaris di masanya (waktu itu ditonton 2,7 juta pasang mata). Tapi, utamanya, film itu telah tertanam ke dalam memori kolektif banyak orang. Tidak banyak film nasional yang seperti itu.
Belum lama ini saya menonton lagi filmnya. Hitung-hitung menyegarkan ingatan menyambut sekuelnya yang bakal rilis 28 April nanti.

Kesan pertama usai menontonnya lagi adalah sebetulnya saya masih tak rela filmnya dilanjutkan. Bagi saya, yang membuat filmnya begitu dikenang adalah justru saat kita, penontonnya, mendapati Cinta dan Rangga berpisah di bandara.
Saat melihat mereka berpisah, kita memang tak melihat kisah asmara mereka berakhir bahagia, namun keinginan untuk menyaksikan mereka bersatu justru terus hinggap di benak kita. Dari situ, harapan untuk mereka bersatu selalu ada.
Miles Films tampaknya ingin menyuguhkan jawaban dari harapan penonton dengan membuat sekuelnya.
Boleh saja, meski begitu, saya takut ekspektasi alias harapan saya pada kisah Cinta dan Rangga berbeda dengan yang kelak saya tonton di bioskop dalam sekuelnya.
Sungguh, saya berharap-harap cemas pada sekuelnya.
Namun, saat ini saya ingin bernostalgia dahulu, sebelum dipuaskan (atau dikecewakan?) oleh sekuel AAdC.

Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa
dok. Miles Films/istimewa
Yang juga terasa lain, yang baru saya sadari, ternyata AAdC bukanlah film remaja yang enteng. Tengok saja, di bagian awal, setelah prolog musik yang nge-beat, film jadi murung. Kita lihat Alya (dimainkan Ladya Cheryl) curhat pada para sahabatnya, ia dan ibunya baru saja jadi korban KDRT sang ayah.
Mengawali cerita dengan persoalan besar begitu bukan khas film remaja. Tapi dengan jenius, filmnya bisa menyelipkan hal-hal besar tetap asyik jadi tontonan remaja.
Tengok pula latar belakang keluarga Rangga (Nicholas Saputra). Ia tinggal berdua dengan ayahnya. Dari ceritanya pada Cinta (Dian Sastrowardoyo) kita tahu ayahnya seorang pembangkang. Lantaran ulahnya, sang ayah kehilangan pekerjaan sebagai dosen. Cinta lalu bilang, sekarang zaman Reformasi, tekanan macam begitu kok masih berlaku?
Ayah Rangga menjawab, Reformasi cuma slogan. Keadaan belum berubah banyak.
Kemudian rumah Rangga dilempar bom molotov oleh pengendara motor. Ruang tamunya terbakar. Rangga mengejar. Pengendara motor berhasil kabur.
Lagi-lagi, tak banyak film remaja yang menyuguhkan perihal berat macam begitu, meyerempet soal pandangan politik. AAdC pertama menjadi kritik di masa itu bahwa Reformasi 1998 tak mengubah banyak keadaan negeri kala itu.

Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa
dok. Miles Films/istimewa
AAdC pertama lahir di masa yang tepat. Saat film Indonesia yang baik baru mulai bangkit. Generasi baru sineas yang lahir di penghujung Orde Baru (Mira Lesmana, Riri Riza dkk) telah kian fasih membuat film. Kuldesak, rilis 1998, adalah karya percobaan mereka. Sedang AAdC (yang disutradarai Rudi Soedjarwo) adalah produk saat mereka kian fasih menggunakan medium film.
Saya setuj denagn yang dibilang pengamat budaya pop Hikmat Darmawan di Rolling Stone Indonesia edisi April 2016. Katanya, AAdC film komersial yang memenuhi semua syarat film komersial yang baik: ceritanya lancar, bintangnya cantik dan ganteng, musiknya enak didengar, dan bahasa visualnya enak dilihat.

Adegan film AAdC pertama.
dok. Miles Films/istimewa
dok. Miles Films/istimewa
Katanya pula, AAdC pertama jadi suara generasi awal 2000-an. Film remaja yang jadi fenomenal memang perlu syarat seperti itu bila ingin terus dikenang.
Sejarah mencatat Tiga Dara jadi juru bicara remaja tahun 1950-an, Badai Pasti Berlaludan Kampus Biru tahun 1970-an, sedang Gita Cinta dari SMA dan Catatan Si Boy tahun 1980-an.
Pertanyaan yang kemudian menggantung, bagaimana sejarah akan mencatat AAdC 2? Saya waswas dengan jawabannya, tapi di saat bersamaan saya ingin filmnya bernasib baik. Semoga.

Kata Melly Goeslaw, ini lagu yang gambarkan scene penting di AADC 2
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment News OST
Kata Melly Goeslaw, ini lagu yang gambarkan scene penting di AADC 2
Silahkan menerka dari lirik di bawah ini.
Kamis, 21 April 2016 14:00
CND - Sekuel Ada Apa dengan Cinta (AADC) siap edar di bioskop pada 28 April nanti. Selain cerita dan karakternya yang begitu kuat, lagu-lagu di AADC pertama juga begitu melekat hingga kini.
Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali dipercaya membuat soundtrack film AADC 2. Selama tiga bulan, Melly dan Anto berkutat menggambarkan keadaan yang terjadi setelah 14 tahun berlalu.

Melly Goeslaw dan Anto Hoed
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
Dari semua lagu yang dibuat untuk AADC 2 ini, 'Jangan Ajak Ajak Dia' merupakan lagu yang paling susah dibuat liriknya oleh Melly Goeslaw. Kata istri Anto Hoed itu, lagu itu semacam mewakili adegan penting di sekuel film fenomenal tersebut.
"Enggak terlalu bisa ngomong ya aku. Karena ini sangat nge-link sama filmnya. Dan ini the best scene di situ, AADC 2 itu. Kalau udah nonton pasti paham," ujar Melly saat launchingalbum di CFC Bangka, Jakarta Selatan, Rabu 20 April 2016.

Melly Goeslaw
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
"Sebenarnya sih itu (lagu-lagu) udah teaser adegan film kalau kamu amatin liriknya. Itu udah paham berarti," sambungnya.
Selain panjang dan susah, pengerjaan lagu 'Jangan Ajak Ajak Dia' memberikan emosional yang begitu dalam untuk Anto Hoed sendiri. Saat proses pengerjaan lagu itu, ayahanda Anto Hoed meninggal dunia.
"Saya punya pengalaman menyedihkan, pas lagu itu ayah saya meninggal, dan itu bikin musiknya tambah arrgghh. Jadinya melow banget," ungkap Anto Hoed.

Anto Hoed
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
© 2016 storibriti.com/Panji Diksana
Melly menimpali, "Saya yakin, orang-orang habis nonton filmnya nanti, akan nyari CD-nya karena lagu 'Jangan Ajak Ajak Dia'. Kalau theme song-nya sendiri 'Ratusan Purnama'."
Di album soundtrack AADC 2, Melly Goeslaw dan Anto Hoed merilis delapan lagu. Di situ ada enam lagu baru, yakni 'I'm Still Loving You', 'Perjalanan', 'Ratusan Purnama', 'Jangan Ajak Ajak Dia', 'Sayang Mau Apa?', dan 'Terlalu Cinta'. Dua lainnya, 'Bimbang' dan 'Suara Hati Seorang Kekasih' direcycle dari album soundtrack pertama.

Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment Film News Premiere
Lihat penampilan Geng Cinta saat Premiere AADC 2 di Yogyakarta
Siapa paling cantik?
Sabtu, 23 April 2016 21:00
CND - Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2 berlangsung di Yogyakarta. Ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu para kru hingga pemain. Khususnya bagi Geng Cinta.
Persiapan Geng Cinta untuk tampil jalan di red carpet sudah dilakukan sejak sore tadi. Lalu seperti apa ya penampilan Dian Sastro, Titi Kamal, Adinia Wirasti, dan Sissy Prescillia?

Pemeran AADC 2 di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
© 2016 Instagram.com/Instagram
Keempat artis cantik itu begitu memukau dan memesona. Dian, Titi, Adinia, dan Sissymengenakan gaun yang seolah sesuai dengan karakter mereka di AADC. Hal ini terlihat di akun Instagram suami Sissy, Rifat Sungkar.
"Red carpet here we come," kata Rifat Sungkar sebagai keterangan fotonya disertai tagar Gala Premiere AADC 2, Sabtu, 23 April 2016.
Di foto itu, tampak Sissy tampil seksi nan anggun. Pemeran Milly ini mengenakan formaltube dress merah dengan bagian belakang yang panjang. Ia memakai sepatu dan tas berwarna senada.

Sissy Prescillia dan Rifat Sungkar di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
© 2016 Instagram.com/Instagram
Sedangkan Dian Sastro memakai dress bernuansa motif kembang yang membuatnya tampak elegan. Tatanan rambutnya sekilas mirip saat ia pergi bersama Rangga ke kafe di AADC pertama.
Sementara Adinia Wirasti tampil chic mengenakan busana bernuansa hitam dengan rambut dikuncir. Tak ketinggalan, Titi Kamal yang juga memesona dibalut formal tube dressbiru.
"I'm ready for Gala Premiere #AADC2 in Jogja. Thank you for this beautiful dress my baby@andreasodang, accesories by @rinaldyayunardi, styling by @erichalamin, makeup @watiewauw and @tisnahairdo #AdaApaDenganCinta2 #Maura," tulis Titi.

Titi Kamal di Gala premiere Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2
© 2016 Instagram.com/Instagram
© 2016 Instagram.com/Instagram
Dibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Dian Sastrowardoyo Entertainment Film NewsDibanjiri Penonton, Ini Rahasia di Balik Sukses Film AADC 2
JUM'AT, 06 MEI 2016 | 06:30 WIB
Jakarta - Film "Ada Apa Dengan Cinta 2" (AADC 2) sejak tayang perdana pada 28 April 2016 di seluruh bioskop di Indonesia kini mencapai sejuta penonton, kata Mira Lesmana.
"Sejak tayang hingga lima hari berikutnya sudah sejuta penonton, dan semoga terus bertambah," ujar sang produser AADC 2 itu di sela-sela konferensi pers bersama pemeran filmnya di Surabaya, Kamis, (5 Mei 2016).
Mira, yang juga penulis naskah AADC 2, mengucapkan terima kasih dengan animo penonton di Tanah Air, dan sambutan yang dinilainya sebagai hal luar biasa.
Ia menilai, untuk jumlah penonton di luar negeri, antara lain di Malaysia yang telah meraup pendapatan dua juta ringgit atau sekitar Rp6,4 miliar setelah lima hari ditayangkan di 100 bioskop di seluruh Negeri Jiran itu.
Di Brunei Darussalam AADC juga disambut hangat, namun ia mengemukakan, belum dihitung jumlah penontonnya.
Dalam acara di Surabaya hadir pula sutradara AADC 2 Riri Riza beserta pemain utama, antara lain Nicholas Saputra (Rangga), Dian Sastrowardoyo (Cinta), Adinia Wirasti (Karmen), Sissy Prescillia (Milly) dan Dennis Adhiswara (Mamet).
Rahasia sukses itu dituturkan oleh Riri Riza. Ia mengaku bangga dengan film AADC 2, karena para pemainnya meski sudah tidak berusia belasan tahun, tetap mampu membuktikan kualitasnya memerankan kisahnya masing-masing.
"Dian Sastrowardoyo meski kehidupan nyatanya sudah menjadi ibu, namun bisa berperan layaknya perempuan belum menikah dan gadis jatuh cinta," katanya.
Khusus kepada Nicholas Saputra, menurut dia, memerankan seorang pengusaha profesional dan menjadi penulis di New York, kemudian kembali ke Indonesia dengan penampilan yang seolah asing baginya.
"Pemeran yang lain juga seperti itu. Mereka juga berinteraksi sangat baik antara yang satu dan yang lain, serta kepekaan memerankan masing-masing tokoh sangat berhasil," kata sutradara berambut ikal tersebut.
Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra sama-sama mengaku bangga dan berterima kasih karena telah berkesempatan menjadi pemeran utama dalam film yang edisi pertamanya tayang 14 tahun lalu itu.
"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan semua masyarakat yang antusias terhadap AADC, baik pertama maupun kedua. Karena AADC juga, saya bisa jadi seperti sekarang," kata Nicholas Saputra, yang juga disetuju Dian Sastrowardoyo.
Film AADC 2 merupakan sekuel dari film AADC yang dirilis 2002, yang menindaklanjuti kisah asmara antara Rangga dan Cinta yang terpisah di dua benua selama 14 tahun.
"Sejak tayang hingga lima hari berikutnya sudah sejuta penonton, dan semoga terus bertambah," ujar sang produser AADC 2 itu di sela-sela konferensi pers bersama pemeran filmnya di Surabaya, Kamis, (5 Mei 2016).
Mira, yang juga penulis naskah AADC 2, mengucapkan terima kasih dengan animo penonton di Tanah Air, dan sambutan yang dinilainya sebagai hal luar biasa.
Ia menilai, untuk jumlah penonton di luar negeri, antara lain di Malaysia yang telah meraup pendapatan dua juta ringgit atau sekitar Rp6,4 miliar setelah lima hari ditayangkan di 100 bioskop di seluruh Negeri Jiran itu.
Di Brunei Darussalam AADC juga disambut hangat, namun ia mengemukakan, belum dihitung jumlah penontonnya.
Dalam acara di Surabaya hadir pula sutradara AADC 2 Riri Riza beserta pemain utama, antara lain Nicholas Saputra (Rangga), Dian Sastrowardoyo (Cinta), Adinia Wirasti (Karmen), Sissy Prescillia (Milly) dan Dennis Adhiswara (Mamet).
Rahasia sukses itu dituturkan oleh Riri Riza. Ia mengaku bangga dengan film AADC 2, karena para pemainnya meski sudah tidak berusia belasan tahun, tetap mampu membuktikan kualitasnya memerankan kisahnya masing-masing.
"Dian Sastrowardoyo meski kehidupan nyatanya sudah menjadi ibu, namun bisa berperan layaknya perempuan belum menikah dan gadis jatuh cinta," katanya.
Khusus kepada Nicholas Saputra, menurut dia, memerankan seorang pengusaha profesional dan menjadi penulis di New York, kemudian kembali ke Indonesia dengan penampilan yang seolah asing baginya.
"Pemeran yang lain juga seperti itu. Mereka juga berinteraksi sangat baik antara yang satu dan yang lain, serta kepekaan memerankan masing-masing tokoh sangat berhasil," kata sutradara berambut ikal tersebut.
Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra sama-sama mengaku bangga dan berterima kasih karena telah berkesempatan menjadi pemeran utama dalam film yang edisi pertamanya tayang 14 tahun lalu itu.
"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan semua masyarakat yang antusias terhadap AADC, baik pertama maupun kedua. Karena AADC juga, saya bisa jadi seperti sekarang," kata Nicholas Saputra, yang juga disetuju Dian Sastrowardoyo.
Film AADC 2 merupakan sekuel dari film AADC yang dirilis 2002, yang menindaklanjuti kisah asmara antara Rangga dan Cinta yang terpisah di dua benua selama 14 tahun.

Apa yang terjadi pada Geng Cinta dan Rangga setelah 14 tahun?
Ada Apa Dengan CInta 2 (AADC 2) Entertainment Film News
Kami sudah nonton AADC 2, ini ulasannya
Apa yang terjadi pada Geng Cinta dan Rangga setelah 14 tahun?
Selasa, 26 April 2016 13:30
CND News - Yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir juga: Ada Apa dengan Cinta (AADC)2. Tak pernah terbayang kisah Rangga (Nicholas Saputra) pergi meninggalkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) ke New York ada lanjutannya. Sebelumnya kita cuma tahu mereka berpisah di bandara dengan kecupan manis di bibir.
Senin 25 April 2016, di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, saya mendapat kesempatan menonton AADC 2 duluan sebelum filmnya rilis di bioskop. Pastinya yang datang ke Gala Premiere di Yogyakarta sudah tahu akhir Rangga dan Cinta.
Artikel ini pastinya tak akan memberi bocoran tentang jalan cerita kelanjutan Rangga dan Cinta. Jujur, rasa penasaran saya soal AADC 2 menurun ketika melihat trailernya dirilis. Saat masuk di bioskop, dan siap nonton pun, saya tak mau memasang ekspektasi tinggi-tinggi.
Namun saya ternyata salah.
Setelah 14 tahun, kita kembali melihat Cinta, Karmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Prescillia), berkumpul lagi. Banyak hal terjadi tak terduga dengan Geng Cinta. Bahkan bikin saya sendiri tak menyangka dengan masalah yang dialami Karmen. Atau kehidupan Maura dan Milly. Begitu juga cerita soal Cinta.

Adegan film AADC 2.
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
Atau kelucuan Milly di setiap scenenya yang membuat seisi bioskop tertawa terbahak-bahak. Kepolosannya tak dibuat-buat seperti kebanyakan pemain film lainnya. Milly tetap menjadi pencair suasana di antara teman-temannya.
Penulis skenario, Mira Lesmana dan Prima Rusdi sepertinya begitu tahu apa yang diinginkan penonton. Selama 14 tahun kita membiarkan kisah cinta Rangga dan Cinta berakhir tak manis, mereka berpisah dan tak pernah bertemu lagi. Ternyata tidak selama itu. Mereka menjalin hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship). Mungkin cuma ini yang bisa saya bocorkan.
Meski sempat gemas sepanjang film, rasa penasaran saya terbayar. Ekspektasi saya tentang AADC 2 langsung naik. Ya, meski banyak merk-merk yang jadi sponsor ditampilkan sepanjang film, namun tetap asyik dipandang.

AADC 2
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
Bagi Geng Cinta, tak susah menyatukan chemistry kembali. Rasanya masih tetap sama melihat Geng Cinta seperti 14 tahun lalu, kala mereka masih remaja. Di sekuel ini, mereka menunjukkan pertemanan yang semakin dewasa.
Mira Lesmana dan Prima Rusdi, yang menulis skenarionya, tidak melupakan sosok Alya (Ladya Cheryl) yang memilih tak ikut di sekuel AADC. Mereka tak lantas membuang Alya begitu saja, kita masih bisa merasakan kehadiran Alya di film itu. Seperti yang sudah kita tahu, Ladya memutuskan tidak bermain lantaran melanjutkan pendidikannya.
Selain Geng Cinta, Rangga, dan Mamet (Dennis Adishwara), ada empat pemain film pendukung lainnya, yakni Ario Bayu, Christian Sugiono, Dimi Cindyastira, dan Sarita Thaib. Meski mereka tergolong pemain baru di AADC 2, empat peran mereka begitu terkait.

Adegan film AADC 2.
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
Puisi Aan Mansyur juga terasa pas untuk seorang Rangga. Sama seperti di film pertama, dialog AADC 2 menggunakan bahasa Indonesia yang baku, tetapi tetap enak didengar. Musik garapan Melly Goeslaw dan Anto Hoed tepat mewakili setiap adegannya.
Di luar ceritanya, saya juga terkagum-kagum dengan semua hal yang ada di film itu, dari mulai kostum pemain hingga tata artistinya. Semuanya enak dipandang. Benar kata Dian Sastro, Riri Riza begitu memperhatikan setiap detailnya. Bukan cuma soal adegan dan pengambilan gambar, sutradara asal Makassar ini juga memperhatikan make-up, baju yang dikenakan pemain, letak properti, hingga para pemain figuran.
Bagaimana tidak, sepanjang film mata penonton dimanjakan dengan warna-warna indah dari paduan busana Geng Cinta dan pemain lainnya. Riasan wajahnya tak berlebihan, tampak natural untuk wanita seusia mereka sekarang ini. Penonton, termasuk saya, berdecak kagum dengan kecantikan Dian Sastro hingga film habis.
Bukan cuma itu, AADC 2 juga menunjukkan sisi lain dari Yogyakarta. Mira Lesmana dan Riri Riza menampilkan beragam seni hingga tempat wisata yang belum terjamah di Kota Gudeg tersebut. Mereka melibatkan seniman dari bidang yang berbeda-beda di Yogyakarta yakniEko Nugroho dengan seni instalasinya, ada kelompok teater boneka Papermoon Puppet Theatre, musisi Marzuki Mohammad dengan grup Jogja Hip Hop Foundation, dan seniman kopi, Pepeng pemilik kedai Klinik Kopi.

Adegan film AADC 2.
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
© 2016 storibriti.com/Miles Films/istimewa
Memang tak sopan rasanya bila saya memberikan spoiler untuk film yang dinanti-nanti sejak Mira Lesmana mengumumkan membuat sekuelnya.
Yang pasti, AADC 2 akan menjadi tontonan yang begitu menyenangkan dan mengoyak-ngoyak perasaan. Semuanya terasa sesuai porsi, tak ada yang berlebihan. Setelah dua jam filmnya diputar, seisi bioskop sontak bertepuk tangan. Ya, saya rasa itu memang pantas diberikan untuk AADC 2.
Sekuel AADC bukan cuma layak ditonton bagi kamu yang sudah ada di generasi AADCpertama. AADC 2 juga bisa dinikmati generasi remaja sekarang.
Omong-omong, jangan langsung beranjak keluar dari bioskop dulu ya, happy people! Hihihi.
Langganan:
Postingan (Atom)
